Posted by: insinyur pengairan | April 15, 2011

Curah Hujan Rancangan Metode Log Pearson Tipe III

Distribusi Log-Pearson Tipe III banyak digunakan dalam analisis hidrologi, terutama dalam analisis data maksimum (banjir) dan minimum (debit minimum) dengan nilai ekstrem.

Bentuk komulatif dari distribusi Log-Pearson Tipe III dengan nilai variatnya X apabila digambarkan pada kertas peluang logaritmik (logarithmic probability paper) akan merupakan model matematik persamaan garis lurus. Persamaan garis lurusnya adalah:

Dengan:

Y   =    nilai logarimik dari X

=    nilai rata-rata dari Y

S    =    standart deviasi dari Y

K   =    karakteristik dari distribusi Log-Pearson Tipe III

Tahapan untuk menghitung hujan rancangan maksimum dengan metode Log-Pearson Tipe III adalah sebagai berikut (Suwarno, 1995: 142):

1. Hujan harian maksimum diubah dalam bentuk logaritma.
2. Menghitung harga logaritma rata-rata dengan rumus

3. Menghitung harga simpangan baku dengan rumus :

4. Menghitung harga koefisien asimetri dengan rumus:

5. Menghitung logaritma hujan rancangan dengan kala ulang tertentu dengan rumus:

6. Menghitung antilog XT untuk mendapatkan curah hujan rancangan dengan kala ulang tertentu atau dengan membaca grafik pengeplotan XT dengan peluang pada kertas logaritma.

Tabel  Faktor frekuensi (K) fungsi dari nilai koefisien asimetri (Cs)

dan kala ulang (T)


About these ads

Responses

  1. mo tanya pak, untuk periode ulang 1000 th Cs 1,7 berapa ya ? apa harus ekstrapolasi dari nilai sebelumnya ??
    trimakasih,,

    • iya, apabila di tabel log person III nilai K atau Gs tidak ada, maka bisa diinterpolasi, dan apabila berada diluar range nilai yang ada maka bisa di esktrapolasi.

  2. Salam kenal pak.
    Saya mau bertanya ttg luas DAS.
    Apabila stasiun AWLR berada di sungai induk sedangkan sungai yang mau saya teliti adalah anak sungai tersebut tapi tidak memiliki stasiun AWLR. Apakah saya bisa menggunakan perbandingan luas DAS antara kedua sungai tersebut untuk mendapatkan nilai curah hujan?
    Terimakasih sebelumnya pak.

    • Salam kenal juga
      sepengetahuan saya, penentuan luas DAS dimulai dengan penentuan batas DAS terlebih dahulu. batas DAS ditentukan dengan membuat garis dari titik outlet DAS ke arah hulu yang melewati elevasi tertinggi( Punggung bukit) dan kembali ke titik semula.
      Semakin dekat dengan hulu titik ouletnya, semakin kecil luas DAS nya.
      dalam menentukan nilai curah hujan di suatu DAS, biasanya dilihat dari stasiun hujan yang berpengaruh di dekat das tersebut. dan di blog ini di berikan cara2 penentuan hujan rata-rata daerah.
      Pertanyaan bapak, apakah bisa dibandingkan nilai curah hujan pada DAS induk dengan SUB DAS?
      jawaban saya, apabila stasiun hujan yang mempengaruhi sama. maka untuk nilai curah hujannya sama ( dengan catatan metode hujan daerah yang digunakan adalah metode arimatik atau rata-rata aljabar). yang membedakan dari kedua DAS tersebut adalah debit yang mengalir karena luasan tangkapan hujannya berbeda.
      (logika analogi, apabila terjadi hujan anda menadahkan 2 benda, yang satu lebih kecil daripada yang lain, wadah yang mana yang lebih banyak menangkap air?. tentunya yang lebih besar).
      menurut saya cukup sekian penjelasan saya.
      terima kasih

      • Pak,ada buku referensi ttg contoh kasus seperti saya ceritakan di atas?
        Karena saya sedang menyelesaikan untuk tesis saya.
        Terimakasih pak.

      • kalau buku yang menjelaskan tentang studi kasus biasanya jarang ada, saya mendapatkan studi kasus tentang hidrologi dari beberapa karya ilmiah tentang hidrologi baik itu berupa jurnal ataupun skripsi. yang perlu saya tahu, tesis bapak Togi tentang apa? dan yang dimaksud bapak tentang curah hujan apakah debit yang mengalir melalui outlet DAS? soalnya bapak menyebutkan tentang AWLR yang merupakan alat ukur debit di sungai, bukan curah hujan.

  3. pak saya mau tanya sumber dari tabel tersebut dari buku apa ya?? jika nilai gs tidak ada bisa di interpolasi, tapi kalu peluang atau periode ulangnya tidaka ada apa bisa di interpolasi linear? jika tidak sebaiknya bagaimana? trimakasih sebelumnya.

    • Ada beberapa buku yang bisa dijadikan rujukan untuk tabel itu, dintaranya buku Hidrologi Teknik ( Cd. Soemarto), juga bisa Hidrologi aplikasi dalam statistik (Soewarno) dan beberapa buku hidrologi atau statistik.
      peluang juga bisa juga diinterpolasi, kalau tidak ada di dalam tabel asal yang diketahui nilai Cs dan Gs yang dimaksud.
      biasanya digunakan untuk uji distribusi frekuensi smirnov kolmogorov, karena di situ diketahui nilai Gs nya dan yang di cari peluangnya.
      terima kasih

  4. Reblogged this on Planet Liza.

  5. Uji distribusi smirnov kolmogorov untuk apa sih tjuanx pak dlm konteks menghitung curah hujan??

    • Tujuan dilakukannya pengujian distribusi frekuensi baik menggunakan smirnow klomogorov atau metode lainnya adalah untuk mengetahui metode distribusi frekuensi (atau perhitungan curah hujan rancangan) yang kita telah lakukan sudah sesuai atau dapat diterima secara statistik. Sesuai disini adalah kesesuaian data yang kita miliki dengan metode yang kita pilih.

  6. alasan kita menggunakan log pesrson type III apa ya?

    • ada beberapa cara untuk menentukan metode distribusi frekuensi. pertama, ada referensi yang menyatakan pemilihan distribusi frekuensi berdasarkan nilai Ck (kortusis) dan Cs (skewnes). yang kedua, dengan menggunakan uji kesesuaian ditrbusi, yang sering digunakan uji chi-square dan smirnov kolmogorof, dari uji ini dapat terlihat metode mana yang paling sesuai.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: