Posted by: insinyur pengairan | April 13, 2011

Pendugaan Debit Aliran Sungai dengan Model Hujan-Limpasan(Lanjutan)

Lanjutan Metode Pendugaan debit aliran sungai dengan mode-hujan limpasan sebagai berikut

2. Model NRECA

Model NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) diperkenalkan oleh Norman H. Crawford pada tahun 1985. Model ini merupakan model konsepsi yang bersifat deterministik. Disebut model konsepsi karena basisnya didasari oleh teori. Untuk menginterpretasikan fenomena proses fisiknya digunakan persamaan dan rumus semi empiris.

Langkah-langkah perhitungan pendugaan debit dengan metode NRECA, secara singkat dapat diselesaikan dengan persamaan-persamaan sebagai berikut :

Q           = DF + GWF

DF         = EM – GWS

GWF     = P2 x GWS

GWS     = P1 x EM

S            = WB – EM

EM        = EMR x WB

WB        = Rb – AET

AET       = AET/PET x PET

Wi          = Wo / N

N           = 100 + 0.20 Ra

Dimana :

Q         =   Debit aliran rerata, m3/dt

DF       =   Aliran langsung (direct flow)

GWF   =   Aliran air tanah (ground water flow)

EM      =   Kelebihan kelengasan (excess moist)

GWS   =   Tampungan air tanah (ground water storage)

P1 =   Parameter yang menggambarkan karakteristik tanah permukaan

P2 =   Parameter yang menggambarkan karakteristik tanah bagian dalam

WB     =   Keseimbangan air (water balance)

EMR   =   Rasio kelebihan kelengasan (excess moist ratio)

Rb       =   Curah hujan bulanan, mm

AET    =   Evapotranspirasi aktual, mm

PET     =   Evapotranspirasi potensial, mm

Wi       =   Tampungan kelengasan tanah

Wo      =   Tampungan kelengasan awal

N         =   Nominal

Ra        =          Curah hujan tahunan, mm

3. Model Tangki

Model tangki diperkenalkan oleh Dr.M. Sugawara yang menirukan (stimulate) daerah aliran sungai dengan menggantikannya oleh sejumlah tampungan berupa sederet tangki. Ilustrasi Model Tangki tersebut dapat dilihat pada Gambar  berikut ini.

Gambar   Simulasi Model Tangki

Prosedur perhitungan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Buatlah susunan tangki lengkap dengan karakteristiknya yang diasumsikan bisa mewakili atau menggambarkan karakteristik DAS yang akan dimodelkan.
  2. Untuk perhitungan pertama, tambahkan curah hujan periode ini pada tampungan periode sebelumnya, kemudian dikurangi dengan evaporasinya. Pengurangan evaporasi hanya dilakukan terhadap tangki teratas saja (tangki 1), tetapi jika pengurangan dari tangki teratas belum cukup, maka kekurangan tersebut dipikul oleh tangki-tangki di bawahnya.
  3. Perhitungan limpasan dan infiltrasi dilakukan menurut tinggi tampungan yang diperoleh dalam langkah tiga. Besarnya limpasan dan infiltrasi diperoleh dari perkalian koefisien lubang dengan tinggi tampungan terhadap lubang yang bersangkutan
  4. Perhitungan sisa tinggi tampungan dengan mengurangi tinggi tampungan yang diperoleh dari langkah 3 dengan selisih limpasan dan evaporasi.
  5. Perhitungan untuk tangki yang kedua dan seterusnya prosedurnya hampir sama dengan tangki yang pertama, tetapi masukannya diganti dengan tinggi keluaran dari lubang tangki selanjutnya
  6. Total aliran adalah penjumlahan dari semua keluaran yang diciptakan di sistem tangki yang dibuat.

Responses

  1. Mohon ditampilkan contoh perhitungan metode NRECA.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: