Category Archives: Hidrologi

Kriteria Perencanaan Penentuan Kala Ulang Banjir

Berbagai macam bangunan-bangunan air memerlukan perhitungan hidrologi yang merupakan bagian dari perencanaan bangunan-bangunan tersebut. Pemilihan kala ulang (return period) banjir rancangan untuk bangunan air adalah suatu masalah yang sangat bergantung pada analisa statistik dari urutan kejadian banjir baik berupa debit … Continue reading

Posted in Hidrologi | 4 Comments

Perhitungan Evapotranspirasi Potensial (ETo)

Dalam menghitung evapotranspirasi potensial banyak metode yang bisa digunakan, salah satu metode untuk menghitung evapotranspirasi potensial yang paling sering dipakai yaitu metode Pennman Modifikasi. Rumus Penmman Modifikasi membutuhkan lebih banyak data terukur, yaitu suhu udara bulanan rerata (t, 0C), kelembaban … Continue reading

Posted in Hidrologi | 4 Comments

Pendugaan Debit Aliran Sungai dengan Model Hujan-Limpasan(Lanjutan)

Lanjutan Metode Pendugaan debit aliran sungai dengan mode-hujan limpasan sebagai berikut 2. Model NRECA Model NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) diperkenalkan oleh Norman H. Crawford pada tahun 1985. Model ini merupakan model konsepsi yang bersifat deterministik. Disebut model konsepsi … Continue reading

Posted in Hidrologi | 1 Comment

Pendugaan Debit Aliran Sungai dengan Model Hujan-Limpasan

Pendugaan data debit aliran sungai dilakukan karena ketersediaan data debit yang tersedia amat sedikit atau tersedia dalam keadaan yang tidak lengkap. Terdapat beberapa model hujan-limpasan yang sering digunakan untuk menghitung besarnya debit aliran sungai di Indonesia, antara lain : 1. … Continue reading

Posted in Hidrologi | Leave a comment

Hujan Rerata Daerah

Curah hujan yang diperlukan untuk penyusunan suatu rancangan pemanfaatan air dan rancangan pengendalian banjir adalah curah hujan rata-rata di seluruh daerah yang bersangkutan, bukan curah hujan pada suatu titik tertentu. Curah hujan ini disebut curah hujan daerah dan dinyatakan dalam … Continue reading

Posted in Hidrologi | Leave a comment

Analisis Kurva Massa Ganda (Double Mass Curve Analysis)

Perubahan atau pemindaan lokasi stasiun hujan , gangguan lingkungan , kerusakan instrumentasi, ketidaksesuaian prosedure pengukuran seringkali menjadikan adanya perubahan relatif terhadap nilai data hujan yang tercatat. Oleh karena itu untuk menghasilkan hasil analisa hidrologi yang baik, pemeriksaan terhadap konsistensi data … Continue reading

Posted in Hidrologi | Leave a comment